____ SaDaR ____

January 31st, 2008 by linaluverwin

sehelai kasih membuat aku tak sadar akan keadaan diri….

tak sadar dari sisi mana aku di lahirkan…

tak sadar dari sisi mana aku di besarkan…

tak sadar dalam kalangan apa aku terajarkan…

aku mulai tau perbedaan antara kita memang begitu jauh…

seandainya kau lepaskanku…

aku tak dapat menolak itu…

hatimu kini membatu…

jiwamu kini membeku…

cinta dan kasihmu kini menjadi abu…

tertiup angin, hilang jauh,,, dan semakin jauh….

by :

< boleh nyontek…. > hehehehe…. maksudnya nyontek di pikiran….

______ KasiH SayanG _______

January 24th, 2008 by linaluverwin

          Kata org di sekitar,cuaca hari ini begitu buruk… Dingin yg mencapai sekitar 6 drajat, yg di iringi hujan deras yg tak henti2 hingga saat ini.

     Serasa sedih, aku tak dapat melihat sinar matahari pagi seperti biasanya. Dan mungkin akan beberapa hari ini matahari ga bakal hangati aku dengan pancaran sinarnya. Apa lagi saat ini aku sendiri. Ingin keluar, tp hujan menguasai segala pemandangan.

     Aku ga ingin tunggu sampai beberapa hari, untuk dapatkan kehangatan matahari. Tetapi,, sebagaimanapun aku ngotot, ga bakal ada yg bisa ngerubah ketentuan sang pencipta.

     Aku hanya bisa menunggu dan terus menunggu hingga sang matahari datang dan memberi sinar kehangatannya untukku.

         

          Rasa dingin adalah gambaran hatikku saat ini, yg selalu mengharapkan kehangatan dan pancaran sinar yg dapat menerangi aku agar dapat melihat dengan jelas akan kehidupan ini.

     Di mana aku selalu mengharapkan seseorang datang memberikan kasih sayang dan perhatian. Tanpa aku sadari sebenarnya kasih sayang dan perhatian itu sudah aku dapatkan, bukan dari seorang melainkan lebih.

     Kasih sayang dan perhatian yg datang untukku bukan hanya kali ini saja, melainkan kasih sayang itu telah ada semenjak aku hadir di muka bumi ini.

Ma, Pa, SisT, Bro, thank’s banget!!

     Semua perhatian dan kasih sayangnya. Aku baru faham akan kehidupan ini. ternyata tangisan bukanlah jln utama untuk selesaikan masalah yg datang.

     Thank’s banget udah ngajarin aku untuk lepaskan apa yg aku sukai, karna itu bukkan milikku. Thank’s banget untuk semua do’a - do’a yg sudah di panjatkan untukku. Makasih mama… Aku akan selalu bersikap dewasa dan bersikap lapang menerima apa yg seharusnya aku terima.

____ aWanKu____

August 24th, 2007 by linaluverwin

          Seandainya saja mendung tidak menyelimuti awan, mungkin hari ini akan terlihat cerah, ada sinar matahari yg menemani. Dan seandainya jarak bukanlah hal yg dpt menjadi alasan, mungkin ga ada yg namanya perbedaan.

          Yang aku rasakan adalah mendung, terasa lembab, perasaanku gelisah ketika terlihat awan mulai menghitam, membuatku merasakan kegelapan, layaknya hati yg mulai tertutup oleh perasaan curiga. Aku mencoba berlari menghindari awan hitam, aku takut akan kehujanan. Mencari tempat untuk berteduh sejenak, namun aku baru menyadari ternyata aku berada di tengah jalan yg sepi tanpa satu gubug-pun yg dapat ku singgahi.

          Akankah semua ini pudar begitu saja, hanya karena awan hitam dan turunnya hujan membuat aku berhenti dalam perjalanan. Ku paksakan kakiku untuk berjalan menuju arah yg kupikir sebentar lagi akan sampai pada tujuan. Namun, setelah lama berjalan tujuan itu bukannya semakin dekat malah terasa semakin jauh.

          Terfikir olehku untuk kembali pada jalan ku yg semula. Namun perasaanku berkata lain, aku takut ini semua akan sia-sia, terbayangkan olehku betapa jauhnya jarak yg telah aku tempuh. Haruskah aku mengulanginya lagi? Haruskah aku memilih jalan lain untuk ku tempuh, haruskah aku mengulang dari awal lagi? Aku coba hindari kenyataan, tiba-tiba sakitpun menyerang. Kutahan rasa sakit itu tanpa keluhan, tanpa tangisan. Kutunjukan senyuman namun tangisan dan rasa sakit terus menerus menggerogoti hatiku dan perasaanku.

          Sakitku terasa membaik bilamana mendung tak terlihat pada awan-awanku yg cerah, sakit itu tidak terasa sama sekali. Tanpa aku sadari awan-awanku kini menghitam lagi. Perlahan aku rasakan perih dan serasa tersayat oleh hitamnya awan. Awan itu mulai membisu padaku. Awanku tak berucap satu patah kata untuk membahagiakanku. Awanku kini membuatku sedih tanpa bisa memastikan sakitku pulih kembali. Awanku masih saja menghitam, membuatku takut untuk berjalan kedepan meraih tujuan.

KeTiKa

June 2nd, 2007 by linaluverwin

Sabtu yg ceraH….

      

      Ketika kita mencintai seseorang, banyak sekali yg memenuhi fikiran. Banyak sekali sejuta hayalan, dan semuanya terasa indah. Seperti jum’at malam dan hari ini, membuat aku tertawa karena sedih, membuat aku menangis karena bahagia.

      

      Ketika kita mencintai seseorang, segala sesuatunya kita lakukan untuk dia. Sebesar apapun yg kita lakukan masih saja terasa kurang. Seperti aku yg selalu ingin berbuat lebih untuk dia dan selalu ingin memberi ketenangan d saat dia mencintai dan menyayangiku.

      

      Ketika aku bersedih aku iringi dengan tawa, di mana aku teringat saat aku tidak dapat merelakan  semua yg telah berlalu, di mana semuanya telah berubah tanpa tersisa keindahan yg pernah ada, d saat kebersamaan yg akan berlalu, d saat cinta dan kasih sayang itu terasa jauh untukku, dan di saat aku menyesali pertemuan ini. Sehingga membuat aku tertawa akan kebodohanku.

      

      Ketika aku bahagia air mataku menetes tak hentinya. Kebahagian di saat aku dapat merelakan semuanya yg telah berlalu dan bukan untukku.D saat itulah teringat segala keindahan ini, teringat segala kasih sayang dan cinta yg telah d berikan, teringat kecemburuannya yg takut akan kepergianku, teringat akan tetesan air mata dan segala yg telah terbuang. Bahagia rasanya teringat semua ini sehingga air mata pun mengiringi kebahagiaanku.

Dan ketika semuanya telah berlalu, aku hanya dapat melewatinya seperti daun yg kering, yg terjatuh d airan sungai. Layu, lemah, dan berjalan sesuai air yg mengalir.

HuJaN

May 4th, 2007 by linaluverwin

   Pagi yg penuh dengan awan hitam, membuat aku ga semangat untuk bergegas bangun dari tidurku. Nyenyak rasanya tidurku semalam, walaupun tanpa mimpi indah menemani.

   Ku duduk d samping jendela, sambil ku pandangi hujan yg turun. Dari sinilah tumbuh kekagumanku kepada hujan yg turun tak henti itu.

   Hebatnya sang hujan, mampu mengalahkan matahari demi meneteskan airnya. Suasananya pun menjadi sejuk dan teduh serasa.

   Ku lihat tak seperti musim** lainnya. yg biasanya orang dan kendaraan banyak berlalu lalang, dan selalu terdengar suara bising kendaraan. Namun d saat hujan tiba serasa sepi seketika. Benar** suasana yg menenangkan bagiku.

   Dapatkah aku seperti hujan d luar sana, yang tak mudah kalah oleh sang surya, ku ingin selalu tegar dan tak ingin kalah oleh rasa egoisku sendiri.

   Ku ingin seperti hujan, memberikan sepenuhnya apa yang dapat aku lakukan untuk org yang aku sayangi.

   Ku ingin seprti hujan, selalu memberi ketenangan. Aku inginkan dia selalu merasakan ketenangan ketika bersamaku, selalu merasa nyaman dalam perasan suka ataupun duka.

   Ingin rasanya aku seperti hujan yg selalu d butuhkan. Ku ingin terlihat pada dirinya bahwa dia membutuhkanku dalam suka dan dukanya, seperti aku membutuhkannya di setiap hari** yang ku lewati..